BOJONEGORO – Kondisi bangunan baru Puskesmas Ngraho, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas di media sosial dan pemberitaan media online. Bangunan yang selesai dibangun pada 2025 tersebut ditemukan mengalami kerusakan pada bagian atap teras, padahal belum difungsikan secara resmi.
Kondisi ini memicu berbagai tanggapan masyarakat dan aktivis kebijakan publik. Beberapa pihak mempertanyakan kualitas material dan pengawasan selama proses pembangunan, serta meminta audit lebih lanjut dari instansi berwenang.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bojonegoro, proyek pembangunan Puskesmas Ngraho menelan anggaran sekitar Rp10,27 miliar dengan HPS yang sama. Tender dimenangkan oleh CV. BERKAH MULIA dari Sidoarjo dengan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp9,33 miliar.
Kerusakan bangunan senilai miliaran rupiah ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk permintaan adanya audit atau pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kualitas proyek dan keselamatan publik.
Hingga saat ini, baik Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro maupun kontraktor pelaksana CV. BERKAH MULIA belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan dan rencana perbaikan. Masyarakat berharap langkah penegakan hukum atau audit investigatif dapat dilakukan untuk memastikan fasilitas kesehatan dapat digunakan secara aman.
CATATAN REDAKSI: Redaksi menyajikan fakta yang berkembang di masyarakat dan informasi publik. Pihak terkait masih berpeluang memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi yang akan dilaporkan kemudian.