Bojonegoro – Pemerintah Desa Trucuk terus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan melalui kegiatan sosialisasi penanganan dan pemilahan sampah yang digelar di SD Negeri Trucuk 2.
Kegiatan ini difokuskan pada edukasi kepada siswa agar memahami pentingnya memilah sampah sejak dini. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan kebiasaan baik ini dapat terbentuk dari lingkungan sekolah dan berlanjut hingga ke rumah.
Kepala Desa Trucuk, Sunoko, menyampaikan bahwa peran anak-anak sangat strategis dalam membangun kesadaran lingkungan secara kolektif di masyarakat.
Menurutnya, edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat memberikan dampak berantai, di mana pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat diteruskan kepada keluarga di rumah.
Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada jenis-jenis sampah, mulai dari organik hingga anorganik, serta cara pengelolaannya. Selain itu, siswa juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi pengelolaan sampah desa, termasuk keberlanjutan operasional TPS3R yang direncanakan berjalan lebih efektif di masa mendatang.
Pengamat lingkungan menilai bahwa edukasi berbasis sekolah merupakan langkah tepat dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan kegiatan edukatif di lingkungan masyarakat. Redaksi mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan peraturan yang berlaku.