BOJONEGORO – Peran strategis perempuan dalam mendorong pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui sinergi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro. Informasi ini dikutip dari akun resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya transparansi publik.
Melalui kolaborasi lintas organisasi, perempuan didorong tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, hingga pendidikan di daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Senin (6/4/2026).
Pembina GOW Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam arahannya menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya sektor pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026 masih terdapat 5.610 anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan.
“Target pemerintah daerah pada 2026 adalah seluruh anak harus mendapatkan akses pendidikan. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terus didorong, termasuk penetapan target kinerja bagi calon kepala sekolah,” ujarnya.
Selain pendidikan, perhatian juga diarahkan pada isu efisiensi energi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi tantangan ekonomi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tahun 2026 diperkirakan mengalami musim kemarau yang cukup panjang, dimulai akhir April hingga Oktober.
Kondisi tersebut, ditambah tren fluktuasi harga energi global, dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah daerah mendorong pola hidup hemat energi, termasuk kebijakan penggunaan sepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Senin pada jarak tertentu.
Selain itu, ASN juga dianjurkan memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam komoditas seperti cabai dan sayuran guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, serta silaturahmi antarorganisasi perempuan.
“Perempuan memiliki peran penting, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, GOW yang menaungi sekitar 47 organisasi wanita di Bojonegoro menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dan pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, juga ditekankan tiga poin utama, yakni memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas diri, serta menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan saling mendukung dan terus belajar, diharapkan setiap peran yang dijalankan perempuan dapat memberikan manfaat luas bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(red)