BOJONEGORO - Warga Dukuh Gempolan, Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Sedekah Bumi yang dipusatkan di lingkungan RT 12 pada Selasa (26/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat yang hadir mengikuti rangkaian acara.
Tradisi Sedekah Bumi yang rutin digelar masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan antarwarga. Sejak pagi, masyarakat tampak hadir dan berkumpul dengan suasana penuh kekeluargaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Panemon, Sudarko, bersama perangkat desa dan jajarannya. Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Panemon Sudarko menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat, rezeki, kesehatan, dan hasil bumi yang telah diberikan.
"Tradisi seperti ini hendaknya terus dijaga karena selain mempererat tali silaturahmi, juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Sudarko.
Sementara itu, salah seorang warga saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah Bumi dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang telah diterima serta harapan agar masyarakat diberikan keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang lebih baik.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan Sedekah Bumi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat, menjaga kerukunan antarwarga, serta melestarikan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat desa.
Acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Catatan Redaksi:
Kegiatan Sedekah Bumi dalam pemberitaan ini dimaknai sebagai tradisi budaya masyarakat dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, serta tidak dimaksudkan mengarah pada praktik yang bertentangan dengan nilai keagamaan.