BOJONEGORO – Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari oleh tim gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Muhadi (31), warga Dusun Payaman, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho. Tim SAR bersama BPBD Bojonegoro menemukan korban sekitar pukul 09.30 WIB, berjarak kurang lebih 500 meter dari titik awal lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Kapolsek Ngraho AKP Sutaryanto, S.Pd., bersama personel Polsek Ngraho segera menuju lokasi penemuan untuk memimpin proses evakuasi. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga setelah melalui pemeriksaan sesuai prosedur.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Bojonegoro, tim SAR, Koramil Ngraho, tenaga kesehatan, perangkat desa, relawan, serta masyarakat yang turut membantu pencarian sejak hari pertama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Selasa (23/6/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB saat korban berpamitan kepada keluarga untuk mencari ikan di Sungai Bengawan Solo bersama seorang rekannya.
Beberapa jam kemudian, saksi yang berada di lokasi mendengar korban meminta pertolongan. Upaya penyelamatan sempat dilakukan, namun korban diduga tenggelam dan tidak berhasil ditemukan sehingga kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat desa, Polsek Ngraho, dan BPBD Bojonegoro.
Sejak menerima laporan, tim gabungan melakukan pencarian secara intensif hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi pencarian.
Hasil pemeriksaan medis luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Perubahan kondisi jenazah diduga merupakan dampak alami akibat berada di dalam air selama proses pencarian.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak mengajukan permohonan autopsi. Setelah seluruh prosedur selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Ngraho AKP Sutaryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
"Terima kasih kepada seluruh tim gabungan, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bekerja sama selama proses pencarian. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari maupun ketika kondisi arus berpotensi berubah sewaktu-waktu. (Red)